Selasa, 23 April 2013

Mengenal Kinerja Otak Manusia


Otak manusia tidak akan pernah dapat ditandingi oleh komputer mana pun yang pernah dibuat manusia. Langkah kerja komputer perlu ditentukan (diprogram) terlebih dahulu oleh manusia, sedangkan cara kerja otak manusia ditentukan oleh otak itu sendiri.

Seperti halnya ginjal dan paru-paru, kita memiliki sepasang otak. Kedua bagian otak ini berbeda dari segi ukuran, bentuk, dan fungsi. Otak kiri mengatur kegiatan bagian kanan tubuh, begitu pula sebaliknya. Dahulu, para ahli percaya bahwa pada seorang yang kidal, otak kanannya yang dominan, sebaliknya, seorang yang ber-"tangan kanan" otak kirinya yang dominan. Hanya akhir-akhir ini saja para ahli mengetahui dengan pasti bahwa kedua belah otak manusia sama-sama dominan. Kedua bagian otak itu dapat bekerja sama karena dijembatani oleh sekitar 50 juta sel otak yang membentuk satu berkas yang disebut korpus kalosum.

Otaklah yang mengatur semua kegiatan tubuh manusia. Indra penciuman dan pendengaran maupun indra lainnya tidak akan berfungsi tanpa otak. Sebab sebenarnya kita mencium bau dan mendengar suara dengan otak, bukan dengan alat indra. Alat indra hanya berfungsi sebagai pengumpul data yang kemudian dikirim ke otak untuk diolah di sana. Hasil olahan inilah yang kita ketahui sebagai hasil penciuman, pen-dengaran, sentuhan, penglihatan, dan pengecapan. Otak jugalah yang memberi tahu apakah kita kedinginan, merasakan sakit, haus, dan lapar. Otak jugalah yang menentukan reaksi kita terhadap suatu kejadian.

LEBIH DARI SERIBU MILIAR SATUAN TUGAS
Walaupun tampak seperti benda padat, otak terdiri atas set-set fungsional yang disebut neuron dan set-sel pendukung yang disebut neuroglia. Telah diperkirakan terdapat 100 miliar neuron dan hingga 5 triliun neuroglia dalam otak manusia setelah mencapai usia 18 tahun. Para ilmuwan juga telah memperkirakan bahwa semua sel otak ini terdiri atas sekitar 50 juta jenis yang berbeda. Sewaktu sedang berjalan di jalanan yang becek maka otak akan mengatur gerakan kaki agar hanya berpijak pada bagian yang kering saja. Jika tempat berpijak sangat sempit, otak akan memadukan pergerakan berbagai bagian tubuh agar tetap seimbang. Jika akhirnya terpeleset juga, otaklah yang akan memberi tahu bagian mana dari tubuh yang terkena lumpur dan bagian mana yang lecet.

Neuron memiliki ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi mulai dari yang terpendek sampai yang terpanjang, yaitu yang merentang dari saraf tulang belakang sampai ke jempol kaki yang bisa mencapai sekitar saw meter pada orang dewasa. Neuron sederhana memiliki satu tubuh dan sebuah lengan bercabang dua. Satu cabang berfungsi sebagai penerima arus listrik (dendrit) sedang cabang yang lain berfungsi sebagai pengirim (akson). Neuron jenis lain memiliki satu lengan pengirim dan satu atau lebih lengan penerima. Masing-masing lengan penerima maupun lengan pengirim dapat memiliki percabangan yang sangat rumit.
Agar lebih mudah dibayangkan, man kita lihat saraf tulang belakang yang mengatur otot-otot kaki. Telah dihitung bahwa jika tubuh saraf ini berukuran sama dengan bola tenis maka seluruh percabangan lengan penerimanya akan dapat mengisi penuh ruang tamu berukuran sedang, dan lengan pengirimnya akan dapat mencapai 1,6 kilometer walau garis tengahnya hanya 1,3 sentimeter.

Semua dari keseratus miliar neuron dalam otak tersusun sambung-menyambung melalui persambungan lengannya. Oleh karena setiap neuron dapat membentuk sampai 200.000 sambungan dengan neuron lainnya, bisa dibayangkan betapa rumitnya susunan semua sel otak. Walaupun dikatakan sambung-menyambung akan tetapi sebenarnya dua neuron yang bersambung dipisahkan oleh celah yang lebarnya rata-rata seperlima puluh ribu (0,00002) milimeter. Setiap ujung lengan pengirim memiliki sekitar 300.000 kantong kecil yang disebut vesikel. Masing-masing vesikel ini berisi sekitar 10.000 molekul asetilkolin.

MEMBANGUN JALUR KOMUNIKASI ANTAR-SEL OTAK
Neuron saling berkomunikasi dengan menggunakan arus listrik yang kecepatannya bisa mencapai 360 kilometer per jam. Oleh karena arus listrik ini tidak dapat menyeberangi celah pemisah antar-neuron yang bersambung, pada celah persambungan ini ujung lengan pengirim satu neuron akan "menembakkan" zat kimia yang disebut neurotransmitter (contohnya asetilkolin) ke ujung lengan penerima neuron berikutnya. Zat kimia ini akan merangsang timbulnya arus listrik pada ujung lengan penerima neuron berikut tersebut, yang boleh jadi akan dihantarkan ke neuron selanjutnya atau ke set jenis yang lain. Ujung lengan pengirim satu neuron membutuhkan waktu sekitar 1/2500 detik untuk "mengisi" ulang amunisi kimianya agar dapat menembak kembali.

Jalur hubungan atau sambungan antar-neuron terbentuk sepanjang hidup seseorang sesuai dengan kebiasaan atau pola hidupnya. Kegiatan tertentu dalam bentuk proses berpikir ataupun pergerakan tubuh akan membentuk pola sambung-menyambung yang tertentu pula pada antar-neuron otak. Semakin sering sesuatu kegiatan dilakukan semakin "kuat" pula pola sambung-menyambung antar-neuron yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan demikian, semakin mudah kegiatan tersebut dapat dilakukan karena telah menjadi kebiasaan.

Semakin sering seseorang berlatih melakukan suatu kegiatan fisik misalnya mengemudikan sepeda, akan semakin mahir pula dia. Dengan latihan yang cukup dia akan dapat bersepeda tanpa harus berkonsentrasi penuh. Semakin sering seseorang melakukan kegiatan mental seperti berpikir negatif misalnya, dia akan terbiasa berpikir negatif. Oleh sebab itu biasakan berpikir positif agar terdorong untuk berpikir positif dalam semua keadaan.

Jangan Lupa di Like ya...

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Pageviews

twitt sma w9

Template Information

728-banner

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.