Rabu, 24 April 2013

Anak Tukang Bakso Vs. Anak Perakit Komputer

Suatu malam (kita nggak pakai suatu hari, karena sudah umum,he) anak dari seorang perakit komputer bernama Marta berjalan - jalan menikmati pameran komputer yang baru saja dibuka oleh seorang Bupati. dia berkeliling sambil serius memperhatikan komputer dengan harga diskon yang dipajang di sepanjang  galeri pameran. ditengah - ditengah keasyikannya itu tiba - tiba (jreng-jreng) perutnya berbunyi pertanda alarm pengisian berbunyi. dia pun keluar dan bertemu dengan Ahmad anak seorang tukang bakso di pintu masuk pameran.

Marta : "eh, anak tukang bakso ngapain kesini? nggak ada pameran bakso disini". ucapnya menyindir.
Ahmad : "emang salah kalau aku kesini?"
Marta : "mau nawarin bakso kesemua orang disini ya? xixixix...(ketawa alainya keluar,he)..."
Ahmad : "terserah kamu mau bilang apa... dia berjalan masuk dengan penuh rasa kesal meninggalkan marta yang kelaparan."

pada hari senin kemudian, (3 hari setelah kejadian itu, kan waktu itu malam sabtu, he). pak Andi sudah selesai merapikan warung baksonya yang terletak didepan sekolah sedang duduk menikmati secangkir kopi (merknya disensor,he). diseberang jalan dengan tergesa - gesa muncul seorang anak SMA menuju ke warung nya dan memesan bakso pak andi.

Marta : "pak, bakso nya satu ya.."
Pak Andi : "ya nak.."
Marta : "nggak pake toge dan lama ya pak.."
tak lama terhidang lah bakso dengan aroma menggoda didepan marta. tiba - tiba muncullah ahmad yang bersiap - siap mau berangkat ke sekolah.
Pak Andi : "udah mau berangkat nak?"
Ahmad : "ya pak"

Pak andi merogoh sakunya memberikan 2 lembar uang 20 ribuan untuk pembayaran SPP yang diminta anaknya kemarin malam. Ahmad mengambil uang itu dan memasukkannya kedlam sakunya dan mencium tangan bapaknya pamit mau berangkat kesekolah. matanya tertumbuk kepada pelanggan warung bapaknya, ia merasa mengenal orang yang membelakanginya dan segera menghampirinya.

Ahmad : "O...rupanya Komputer sampai hari ini belum bisa dimakan ya?" tanyanya menyindir pedas, sepedas bakso marta,he.
marta hanya terdiam.
pak andi langsung menuju ketempat mereka, dia tahu perangai anaknya kalau sedang marah.

Pak Andi : "kenapa kamu ngomong kasar seperti itu mad?"
Ahmad pun menceritakan kejadian tiga hari yang lalu itu.
Pak Andi : "hmm..begitu tokh kejadiannya...begini ya nak marta. semua orang punya peran dalam hidup dengan caranya masing - masing. bapaknya marta bisa merakit komputernya Ahmad, tetapi bapak bisa membantu marta menghilangkan rasa lapar dengan bakso bapak, jadi, ahmad, marta, lain kali, salinglah menghargai orang, karena suatu saat didalam kesulitan kita kita akan membutuhkan uluran tangan orang lain". ucapnya penuh bijaksana

semoga kita mengambil hikmah dari kisah tersebut.
wassalam...

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Pageviews

twitt sma w9

Template Information

728-banner

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.